SPIRIT BOOSTER KETIKA LELAH BELAJAR

Oleh : Mohamad  Habibi

Sumber Gambar :  www.idntimes.com

Seperti umum disampaikan para da’i di mimbar-mimbar dakwah, bahwa ayat yang pertama turun dalam al Quran adalah IQRA’.Bisa diartikan bahwa Islam adalah agama yg menghargai dan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan yang dimaksud di sini adalah secara umum, karena sebenarnya tidak ada dikotomi Ilmu Pengetahuan dalam Islam.

Banyak sekali Syaikh/Ilmuwan/Kyai dan lain-lain yg tidak pernah lelah dalam belajar, mengabdikan setiap detik waktunya untuk belajar & berkarya. Maka tulisan ini menjadi pengingat sekaligus alarm (terutama bagi penulis) untuk selalu mengamalkan ayat yg pertama kali turun dalam Al Qur’an.

Ketika lelah beajar karena tidak cepat faham apa yg dipelajari, maka hendaknya ingat kisah Syaikh IBNU SINA. Beliau membaca kitab Ma Wara`a Thabiah (Metafisika) karangan Aristoteles sebanyak 40 kali sampai hafal setiap lafadznya di luar kepala, meskipun beliau tidak faham. Tapi ketika beliau membaca buku karangan Al Farabi, tetiba semua kerumitan dari kitab Aristoteles lenyap seketika. Tekadang kita tidak mengetahui kapan Allah akan membukakan pintu pemahaman kita.

Ketika lelah belajar karena tidak punya modal, maka ingatlah Cerita Syaikh Zakariya Al Anshori. Beliau pergi belajar ke Al Azhar tanpa kenal dan dukungan siapapun di Mesir. Setiap malam beiau keluar rumah untuk memungut makanan sisa masyarakat untuk kemudian dibersihkan dan dimakan. Tirakat ini beliau lakukan terus menerus hingga suatu saat beliau menjadi Syaikhul Islam. ( Thobaqot Al Kubro karya Syaikh Sya’roni).

Ketika lelah belajar karena sudah tidak memiliki orang tua, maka ingatlah kisah teladan Imam Ahmad Zarruq yang sejak kecil diasuh dan dididik oleh neneknya. Berkat didikan neneknya yang lembut dan disiplin dalam beragama, Zarruq kecil kelak menjadi Imam bagi para Sufi (Kitab Wazifah Zarruqiyyah)

Ketik membca kisah tersebut, terlintas dalam fikiran penulis mengenai peran seorang perempuan (Istri/Ibu/Nenek/dan lain-lain) dalam keluarga sangat sentral. Karena dawuh beberapa ulama’, jika memiliki seorang istri yg berbudi luhur, jika tidak njenengan menjadi wali, maka anak cucumu akan menjadi orang besar. 

Jika berheti belajar karena punya anak-istri, maka ingatlah Syaikh Maemon Zubair. Anak-anak beliau semua menjadi alim ‘allamah pada bidangnya masing-masing.

Jadi, jika ada perasan lelah belajar, dalam segala hal, maka ingatlah kisah-kisah ulama/ilmuwan/Kyai terdahulu. Sebenarnya kita sama dengan ‘ulama-ulama tersebut, yang membedakan adalah semangat dan kegigihan dalam belajar.

Posting Komentar

0 Komentar